Manggala Cell Blog

Jurnal Online Service Handphone

Mengenal Skema Ponsel

Posted by ujitea pada 20 April 2011

Cukup sulit untuk memahami betul jalur yang ada pada board mesin HP. Untuk memahami jalur – jalur yang ada pada board kita butuh skema. Dan kita harus bisa membaca skema dengan akurat baru kita bisa memahami jalur pada board mesin HP. kita mulai dari pengenalan komponen dulu.

Untuk lebih memudahkan mengenali beragam jenis komponen yang terbentuk pada sebuah ponsel, maka dapat dikategorikan menjadi :
1. Komponen Internal
2. Komponen eksternal


1. KOMPONEN INTERNAL
Yang dimaksud dengan komponen internal disini ialah, komponen yang terintegrasi dan terpasang menyatu pada sebuah sirkuit PCB melalui metode penyolderan. Komponen elektronik yang terpasang pada PCB tersebut, terdiri dari beragam jenis komponen dengan fungsi, nilai dan karakteristik yang berbeda-beda. Sesama jenis komponen pun, nggak mesti sama ukuran nilainya.

Ada beberapa macam standar yang dipakai dalam mengidentifikasi nilai dari komponen elektronik. Disini kita hanya membahas standar umum yang digunakan pada ponsel, yaitu dengan karakter penggantian nilai dari jumlah desimal yang ditulis.
Contoh :
Resistor bernilai 4700 Ohm, sama dengan 4K7
Resistor bernilai 4K7, sama dengan 4.7
Resistor bernilai 22K, sama dengan 22
Resistor bernilai 330R, sama dengan 330

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa satuan ukuran seperti Ohm dan Farad diturunkan lagi varian nilainya kedalam bentuk yang lebih kecil. Dan pada bidang perbaikan ponsel ini, satuan ukuran tersebut dianggap terlalu besar sehingga kita akan mengadopsi satuan nilai turunannya yang lebih kecil (lihat bagian penggunaan multimeter).

Contoh:
R 5M6 dibaca sebagai 5.6 meg-ohm resistor
R 2K2 dibaca sebagai 1.2 kilo-ohm resistor
R 6R8 dibaca sebagai 6.8 ohm resistor

C 4u7 dibaca sebagai 4.7 microfarad capacitor
C 3n3 dibaca sebagai 3.3 nanofarad capacitor
C 2p2 dibaca sebagai 2.2 picofarad capacitor

Ada beberapa jenis komponen elektronik yang membentuk sebuah kesatuan pada sirkuit ponsel, komponen elektronik ini dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Perbedaannya yaitu :
1. Komponen Pasif : Komponen yang ketika dialiri arus listrik, hanya mampu merubah besaran arus pada sirkuit namun tidak bisa merubah fungsi dari sirkuit. Contoh, Resistor, Kapasitor, Induktor.
2. Komponen Aktif : Komponen yang bereaksi merubah fungsi dari sirkuit ketika teraliri arus listrik. Contoh, komponen semikonduktor (IC, Transistor)

Komponen Pasif

a. Resistor
Resistor adalah komponen elektronik dengan fungsi untuk membatasi arus listrik (resistance) yang mengalir melalui ke 2 kutubnya. Jika dianalogikan dengan aliran sungai, maka dia adalah bendungannya sebagai pengatur aliran air. Besaran hambatan tergantung dari nilai resistor yang diukur dalam satuan Ohms (Ω/R). Resistor termasuk jenis komponen pasif, dimana komponen ini tidak dapat menghasilkan tenaga apabila dialiri arus listrik. Meskipun komponen resistor memiliki ragam bentuk dan dimensi yang berbeda-beda, namun tetap memiliki fungsi yang sama yaitu : sebagai pembatas arus, pengatur tegangan dan pengatur batasan frekuensi. Untuk membaca nilai dari resistor konvensional bisa dilihat dari susunan kode warna, sedangkan untuk mengukur nilai pada jenis komponen resistor yang diterapkan pada ponsel, pengukuran nilainya bisa dilakukan menggunakan alat ukur multitester.
Yang juga termasuk jenis Resistor
– Kontrol volume
– Regulator Fan

Saya coba bantu teman2 sekalian untuk bisa membaca skema ya?.
Pertama kita harus kenal dulu symbol yang tertera dalam skema diagram.
Pada gambar di bawah ini ada beberapa contoh :

 







Nah setelah kita mengetahui simbol – simbol yang tertera di skema sekarang kita sudah bisa mulai membaca skema diagram.
Contoh:

Gambar di atas menjelaskan kode urutan penempatan dan nilai komponen. C2171 adalah kode urutan dari kapasitor tersebut, sedangkan 2u2 adalah nilai dari kapasitor yang mempunyai nilai 2,2 mikro farad. R2171 merupakan kode urutan penempatan dari resistor tersebut sedangkan 220R adalah nilai resistor sebesar 220 Ohm.
Desetiap komponen akan diawali dengan kode hurum yang menentukan jenis komponen tersebut.
B = Oscilator
C = Kapasitor
D = IC / ASICs
R = Resistor
N = IC ukuran kecil
V = Transistor
F = Fuse / sekring
L = Lilitan / Kumparan
M = Motor ( Vibrator )
X = konektor
Z = Filter / Emif

Dibawah ini beberapa istilah yang sering digunakan dalam skema ponsel

istilah skema

istilah skema

istilah skema

 

 

sumber : ponsel aktif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: